KAPAN
INDONESIA TIDAK MERDEKA LAGI ?
Kehidupan setiap orang belakangan ini terlihat tidak
mempunyai arah dan tujuan yang jelas. Ini adalah kenyataan hidup yang terjadi
pada saat ini. Kepada siapa kita harus bertanya? Kemana kita harus mengadu?
Pertanyaan yang mudah namun belum tentu bias terjawab dengan sempurna.
Pertanyaan yang muncul “Kapan Indonesia Tidak
Merdeka Lagi” merupakan sebuah pertanyaan yang tidak masuk akal bagi setiap
orang. Namun jika kita membaca pertanyaan itu dan mencoba untuk merenungkan
serta kembali melihat kehidupan pada sama lalu, kita akan bisa mengerti dan
menarik kesimpulan tersendiri mengenai pertanyaan tersebut.
Semua orang tentu ingin bebas, ingin merdeka. Namun
apa yang terjadi setelah adanya kemerdekaan? sebuah refleksi buat kita.
Kembali kita melihat kehidupan zaman dahulu sebelum adanya
kemerdekaan. Apakah suasana hidup seperti saat ini? Tentu tidak. Apakah sebelum
merdeka kita mendengar adanya korupsi?adanya ketidak adilan? Saling menuding?
Perselisihan? Dan masalah – masalah yang tidak terselesaikan? Tentu jawabannya
juga TIDAK.
Jika dilihat dari sejarah sebelum adanya
kemerdekaan, semua masyarakat Indonesia terlihat selalu bekerja sama, selalu
bersatu dan damai. Mungkin saja karena dibawa penjajahan atau kuasa bangsa lain.
Tetapi jika direnungkan dan dikaitkan dengan kehidupan saat ini, jelas sangat
memprihatinkan. Masyarakat pada zaman dahulu dengan mati – matian berjuang
untuk memerdekakan bangsa Indonesia ini dan mengharapkan kehidupan yang adil
dan damai setelah adanya kemerdekaan. Tetapi apa yang terjadi saat ini? Sangat
menyimpang dari apa yang diharapkan.
Jika kita kembali kepada kehidupan zaman dahulu
untuk tidak merdeka tentu kita akan kembali lagi dijajah dan diperbudak oleh
Negara lain. Dan hal ini tentu tidak akan terjadi. Namun pada kenyaataan saat
ini bahwa masih begitu banyak orang miskin yang tidak diperhatikan, anak – anak
terrlantar dimana- mana. Kepada siapa kita harus bertanya dan dimana kita harus
mengadu? Semuanya menutup mata dan diam membisu. Tak ada satu jawaban yang
muncul.
Masyarakat kecil selalu dikorbankan. Tak ada sedikit
pun kesadaran dari para penguasa bahwa sepatutnya masyarakat itu perluh
diperhatikan. Mereka justru hidup dengan kemewahan dan diatas penderitaan
rakyat. Masyarakat berterikan dimana – mana namun tak ada seorang pun yang
mendengarkannya.
Jika dilihat dari kenyataan yang ada, kita tentu
lebih memilih untuk hidup pada zaman sebelum merdeka daripada hidup pada zaman
kemerdekaan yang selalu menderita. Kita lebih baik “BERKORBAN” untuk dijajah
oleh bangsa lain daripada “DIKORBANKAN” oleh para penguasa di negeri sendiri
demi kepentingan mereka.
Iwan Fals dalam lagunya “Surat Buat Wakil Rakyat” dan
“Tikus – Tikus Berdasi” mencoba menyadarka para pemimpin untuk kembali melihat
apa yang harus dilakukan sebagai seorang pemimpin. Apakah segalah harapan lewat
cuplikan dari syair lagu Surat Buat Wakil Rakyat tersebut sudah dijalankan
dalam kehidupan zaman ini? Jawabannya terdapat pada lagu Tikus – tikus Berdasi”
Inilah kehidupan kita pada zaman ini yang tidak kita
sadari bahwa kita adalah masyarakat yang sudah merdeka namun masih dikorbankan.
Kita sebagai masyarakat kecil hanya bisa berteriak dan terus berteriak namun
tak seorang pun mendengarkannya.
Harapan Masyarakat “ Wakil rakyat seharusnya merakyat,
jangan tidur waktu sidang soal rakyat…wakil rakyat bukan paduan suara yang
hanya tahu nyanyian lagu SETUJU”
Oleh : Guna
Tapoona

Sebagai seorang yang cinta indonesia, saya selalu optimis indonesia bakal lepas dari segala macam prolem itu. Cuma waktunya bagi saya masih sangat lama. Masih sangat jauh bagi kita untuk menemukan Pemimpin yang Tegas/tepat menyelesaikan persoalan bangsa ini. karena disetiap instansi selalu ada masalah. kalau menurut saya, tak satupun aturan perundang-undangan itu bisa dijalankan seutuhnya. selalu aja ada yang dipelintir dalam pelaksanaanya.
BalasHapus