Selasa, 14 Agustus 2012


KAPAN INDONESIA TIDAK MERDEKA LAGI ?

Kehidupan setiap orang belakangan ini terlihat tidak mempunyai arah dan tujuan yang jelas. Ini adalah kenyataan hidup yang terjadi pada saat ini. Kepada siapa kita harus bertanya? Kemana kita harus mengadu? Pertanyaan yang mudah namun belum tentu bias terjawab dengan sempurna.
Pertanyaan yang muncul “Kapan Indonesia Tidak Merdeka Lagi” merupakan sebuah pertanyaan yang tidak masuk akal bagi setiap orang. Namun jika kita membaca pertanyaan itu dan mencoba untuk merenungkan serta kembali melihat kehidupan pada sama lalu, kita akan bisa mengerti dan menarik kesimpulan tersendiri mengenai pertanyaan tersebut.
Semua orang tentu ingin bebas, ingin merdeka. Namun apa yang terjadi setelah adanya kemerdekaan? sebuah refleksi buat kita.
Kembali kita melihat kehidupan zaman dahulu sebelum adanya kemerdekaan. Apakah suasana hidup seperti saat ini? Tentu tidak. Apakah sebelum merdeka kita mendengar adanya korupsi?adanya ketidak adilan? Saling menuding? Perselisihan? Dan masalah – masalah yang tidak terselesaikan? Tentu jawabannya juga TIDAK.
Jika dilihat dari sejarah sebelum adanya kemerdekaan, semua masyarakat Indonesia terlihat selalu bekerja sama, selalu bersatu dan damai. Mungkin saja karena dibawa penjajahan atau kuasa bangsa lain. Tetapi jika direnungkan dan dikaitkan dengan kehidupan saat ini, jelas sangat memprihatinkan. Masyarakat pada zaman dahulu dengan mati – matian berjuang untuk memerdekakan bangsa Indonesia ini dan mengharapkan kehidupan yang adil dan damai setelah adanya kemerdekaan. Tetapi apa yang terjadi saat ini? Sangat menyimpang dari apa yang diharapkan.
Jika kita kembali kepada kehidupan zaman dahulu untuk tidak merdeka tentu kita akan kembali lagi dijajah dan diperbudak oleh Negara lain. Dan hal ini tentu tidak akan terjadi. Namun pada kenyaataan saat ini bahwa masih begitu banyak orang miskin yang tidak diperhatikan, anak – anak terrlantar dimana- mana. Kepada siapa kita harus bertanya dan dimana kita harus mengadu? Semuanya menutup mata dan diam membisu. Tak ada satu jawaban yang muncul.
Masyarakat kecil selalu dikorbankan. Tak ada sedikit pun kesadaran dari para penguasa bahwa sepatutnya masyarakat itu perluh diperhatikan. Mereka justru hidup dengan kemewahan dan diatas penderitaan rakyat. Masyarakat berterikan dimana – mana namun tak ada seorang pun yang mendengarkannya.
Jika dilihat dari kenyataan yang ada, kita tentu lebih memilih untuk hidup pada zaman sebelum merdeka daripada hidup pada zaman kemerdekaan yang selalu menderita. Kita lebih baik “BERKORBAN” untuk dijajah oleh bangsa lain daripada “DIKORBANKAN” oleh para penguasa di negeri sendiri demi kepentingan mereka.
Iwan Fals dalam lagunya “Surat Buat Wakil Rakyat” dan “Tikus – Tikus Berdasi” mencoba menyadarka para pemimpin untuk kembali melihat apa yang harus dilakukan sebagai seorang pemimpin. Apakah segalah harapan lewat cuplikan dari syair lagu Surat Buat Wakil Rakyat tersebut sudah dijalankan dalam kehidupan zaman ini? Jawabannya terdapat pada lagu Tikus – tikus Berdasi”
Inilah kehidupan kita pada zaman ini yang tidak kita sadari bahwa kita adalah masyarakat yang sudah merdeka namun masih dikorbankan. Kita sebagai masyarakat kecil hanya bisa berteriak dan terus berteriak namun tak seorang pun mendengarkannya.
Harapan Masyarakat “ Wakil rakyat seharusnya merakyat, jangan tidur waktu sidang soal rakyat…wakil rakyat bukan paduan suara yang hanya tahu nyanyian lagu SETUJU”

Oleh : Guna Tapoona

1 komentar:

  1. Sebagai seorang yang cinta indonesia, saya selalu optimis indonesia bakal lepas dari segala macam prolem itu. Cuma waktunya bagi saya masih sangat lama. Masih sangat jauh bagi kita untuk menemukan Pemimpin yang Tegas/tepat menyelesaikan persoalan bangsa ini. karena disetiap instansi selalu ada masalah. kalau menurut saya, tak satupun aturan perundang-undangan itu bisa dijalankan seutuhnya. selalu aja ada yang dipelintir dalam pelaksanaanya.

    BalasHapus